212


Oleh Iman Supriyono, CEO dan konsultan manajemen senior pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com *)

Tujuh juta orang. Masing-masing menyetor seratus ribu rupiah tiap bulan dengan disiplin. Tiap bulan terkumpul Rp 700 Milyar.  Tiap-tiap tahun terkumpul 8,4 Trilyun. Uang itu nilainya lebih besar dari harga 5,062 milyar lembar saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (Sari Roti) yang harga perlembarnya saat ini berkisar pada angka Rp 1500 ini. Ya..angka itu lebih besar dari harga seluruh saham   (kapitalisasi pasar, nilai seluruh perusahaan) Sari Roti yang sebesar  Rp 7,5 Trilyun.

Aksi super damai 212 yang dihadiri lebih dari 7 juta orang. Foto: http://www.sulsel.pojoksatu.id

Tujuh juta orang. Masing masing membutuhkan satu porsi nasi dan satu botol air minum untuk makan siang. Dengan harga nasi Rp 18 ribu per porsi dan air minum perbotol Rp 2 ribu, ada potensi omset Rp 140  milyar untuk sekali makan. Ini adalah gambaran kumpulan 7 juta orang sebagai pasar. Tentu  masih ada banyak potensi lain.

Itu potensinya. Pertanyaannya adalah, bagaimana menjadikan potensi itu menjadi sebuah kenyataan? Ada beberapa informasi berseliweran melalui media sosial untuk menangkap potensi itu. Ada yang berencana mendirikan sebuah koperasi. Bahkan daftar pengurusnya sudah beredar pula di media sosial. Ada yang  berencana membuat minimarket atau supermarket. Koordinasi juga sudah dilakukan melalui pertemuan-pertemuan.  Ada yang akan membuat pabrik roti. Sama….informasinya juga sudah berbedar secara deras melalui  media sosial dan grup-grup chating. Itu yang informasinya masuk melalui gadged saya. Diluar itu mungkin masih akan banyak ide untuk menangkap potensi itu.

&&&

Vanguard Investment Company didirikan tahun 1975 oleh John C Bogie di Amerika Serikat. Bogie adalah orang yang sejak lulus kuliah menekuni bekerja di bidang investasi. Dengan keahlian pendirinya yang tidak diragukan di bidang investasi itu,  Vanguard meraih kepercayaan yang luar biasa dari para Investor. Saat ini, dalam usianya yang  ke 41, Vanguard dipercaya oleh lebih dari 20 juta orang untuk mengelola dana investasi senilai lebih dari Rp 40 ribu Trilyun.

Apa yang dilakukan perusahaan berkaryawan lebih dari 14 ribu itu?  Sebagaimana layaknya sebuah investment company, Vanguard menginvestasikan dana yang dikelolannya dengan konsep portofolio.  Menyebar risiko investasi pada berbagai instrumen investasi.

Jika beberapa waktu lalu Anda mendengar kabar tentang akuisisi Yahoo oleh Verizon, maka Varguard berada di balik transaksi itu. kenapa? Vanguard adalah investmen company dibalik berita itu. Vanguard adalah salah satu pemegang saham besar dari kedua perusahaana tersebut.  Di Verizon, Vanguard adalah pemegang saham terbesar  dengan 6,46%.  Pemegang saham lain prosentase kepemilikannya lebih kecil. Di Yahoo, Vangauard pegang 5,73%. Saham di Yahoo ini adalah prosentase terbesar kedua setelah  TCI Fund Management yang memegang 9,04% saham.

&&&

Pembaca yang baik, investment company adalah format yang paling cocok untuk mewadahi potensi ekonomi dari jutaan orang. Ada beberapa argumen untuk ini. Yang utama, investment company berfokus pada keamanan dana. Warren Buffett, salah satu dedengkot investment company global dalam laporan tahunan Bershire Hathaway menyatakan bahwa sebuah investment company tidak tertarik dengan prospek. Investment company hanya tertarik pada kinerja. Maka, haram bagi sebuah investement company menanamkan uangnya pada perusahaan baru. Investment company hanya menanamkan uangnya pada perusahaan yang telah terbukti memiliki kinerja ekselen dalam jangka panjang.

Selain  memilih tempat investasi yang aman, sebuah perusahaan investasi mestilah menanamkan dananya pada banyak perusahaaan dan banyak instrumen investasi. Menanamkan dananya sesuai dengan konsep portofolio. Jangan taruh telormu pada satu keranjang. Demikian doktrin yang umum bagi sebauh perusahaan investasi. Itulah mengapa kepemilikan vanguard di yahoo, verizon ataupun perusahaan lain berada dalam prosentase yang kecil-kecil. Tidak memegng saham dominan apalagi pengendali.

Potensi pengumpulan dana Rp 8,4Trilyun dalam setahun seperti yang saya narasikan di awal tulisan ini masih bisa diperbesar. Jika Vanguard bisa mengumpulkan 20 juta investor dari 170 negara, semangat 212 bisa menjadi momentum untuk bisa melakukan seperti apa yang telah dilakukan oleh Vanguard. Mengumpulkan dana dari masyarakat luas dan kemudian digunakan untuk berinvesasi di bebagai perusahaan yang sudah terbukti mapan di pasar.

Salah satu yang bisa dibeli sahamnya adalah Sari Roti. Meneladani Usman bin Afan yang atas perintah Rasulullah dulu membeli saham sebuah sumur di Madinah. Pembelian yang mengakhiri ketergantungan konsumen muslim ketika itu kepada sumur milik Yahudi. Kedepan, dengan meningkatkan jumlah orang maupun setoran dana investasinya, bukan hanya Sari Roti yang sahamnya dibeli. Masih ada ratusan perusahaan yang sahamya mesti dibeli. Dan juga masih banyak perusahaan milik kaum muslim yang sudah lama eksis di pasar tapi masih kecil membutuhkan gelontoran dana untuk berekspansi dengan cepat.  Ini semua adalah pekerjaan sebuah investment company. Semoga semangat 212 bisa terwujud menjadi investment company raksasa. Seperti Vanguard.

*)Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Matan, terbit di Surabaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s