Kita, Sejarah dan Pembebasan Al Aqsha yang Terjajah


Kita, Sejarah, dan Pembebasan Al Aqsha Yang Terjajah

Tulisan ini adalah materi Khutbah Idul Fitri 1435H di Komplek Perumahan Galaxi Bumi Permai Surabaya oleh  Iman Supriyono -imansupri@snfconsulting.com – yang diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Arrayan. Bagian bertuliskan huruf arab pada materi aslinya tidak ditampilkan pada blog ini.

Jamaah rahimakumullah, kali ini kita sholat di tanah lapang di pagi yang cerah. Sebuah suasana yang kita semua selalu rindukan setahun dua kali. Pagi selepas subuh bersiap bersama seluruh anggota keluarga. Mentari pagi yang indah menemani keberangkatan penuh semangat. Kalimat takbir selalu menghias perjalanan. Di tanah lapang ini kita mengagungkan namanya. Dalam belaian udara pagi ruang terbuka yang cantik tiada tara. Dalam kehangatan mentari pagi yang menyegarkan. Semua tidak akan terjadi kecuali atas nikmat kasih sayang dari-Nya. Allahuakbar Allahuakbar Laailaahaillallah Allahuakbar walillahilhamdu

Al Aqsha yang kini terjajah

Al Aqsha yang kini terjajah

 

Jamaah yang berbahagia, dari tanah lapang ini, khotib mengajak Anda semuanya untuk merenenung tentang sebuah masjid. Bukan masji Arrayan yang pagi ini sejenak kita tinggalkan untuk menjemput sunnahnya di tanah lapang. Bukan masjid sembarang masjid. Pagi ini kita merenenung tentang sebuah masjid yang namanya terukir indah dalam Al Qur’an surat al Isra ayat pertama

Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suaatu malam dari Masjid Al Haram ke masjid Al Aqsho dan telahkami berkehi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadaanya se gian dari tanda tanga kebesaran kami. Sesungguhnya Dia adalah maha mendengar lagi maha mengetahui

Juga sebuah masjid istimewa yang disebut oleh Rasulullah SAW dalam berbagai versi haditsnya

Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

”Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsha lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Ayat dan hadits tersebut sudah menggambarkan betapa tingginya posisi Al Aqhso bagi umat Islam. Al Aqsho adalah kiblat pertama umat Islam sebelum akhirnya turun ayat al Qura’n yang mengubah kiblat menjadi masjid Haram hingga saat ini. Selama nabi barada di Makkah sebelum akhirnya hijrah higga 16 bulan setelah hijrah di Madinah umat islam berkiblat ke Al Aqsho. Ini adalah tanda lain kistimewaan masjid bersejarah ini.

Jamaah rahimakumullah, Masjid Al Aqsha berada di kota Al Quds atau oleh orang Yahudi dan Barat disebut sebagai Yerusalem. Sebuah kota berusia ribuan tahun yang saat ini berpenduduk sekitar 801,000 orang dengan komposisi Yahudi 497,000 (62%), Muslim 281,000 (35%) Nasrani 14,000 (around 2%) dengan luas sekitar 650 km2. Secara geografis, kota ini berjarak sektiar 1000 ke arah utara dari Madinah.

Untuk bisa memandangnya secara leih baik, berikut ini adalah ringkasan sejarah Al Aqsha yang terletak di kota Al Quds:
• Byzantium (kekaisaran Kristen Ortodoks) menguasai Al Quds sampai dibebaskan oleh Persia tahun 614 M. Byzantium adalah pusat kekuatan Kristen Ortodoks yang juga super power dunia ketika itu. Kristen Ortotodoks tidak tunduk pada kepemimpinan Katolik yang berpusat di Vatikan yang juga sebagai super power dunia ketika itu. Byzantium ini kemudian diubah namanya menjadi Konstantinopel dan kemudian ketika ditaklukkan oleh Turki Utsmani diubah namanya menjadi Islambul dan kemudian diuah lagi menjadi Istambul (Oleh Attaturk) hingga kini
• Tahun 620 Al Aqsha dikunjungi oleh Nabi SAW melelui peristiwa isra mi’raj
• Tahun 624 kembali dikuasai Byzantium
• Tahun 637 Al Aqsha dibebaskan oleh umat Islam dibawah pimpinan Umar bin Khotob. Sebuah sumer menyebutkan bahwa Abu Ubaidah Al Jarrah mengepung Baitul Maqdis selama 6 bulan. Saat musim semi April tahun 637, umat Islam akhirnya dapat bersujud tenang di Al Aqsa yang suci. Untuk penyerahan kekuasaan, penjaga kunci kota Al Quds, Pendeta Sophronius mensyaratkan bahwa pimpinan tertinggi Ummat Islam yang harus datang ke Al Quds. Maka kemudian Abu Ubaidah berkirim surat pada Umar di Madinah. Tak lama, Umar bin Khattab berangkat dari Madinah hanya berdua dengan seorang pengawal yang bergantian menaiki keledai. Saat memasuki al-Quds, Umar yang sedang bergiliran menuntun keledai sementara sang pengawal naik keledai tersebut. Demi menyaksikan peristiwa langka itu, Sophronius tanpa ragu menyerahkan kunci kota al-Quds. Tanpa ragu pula ia menananda tangani kesepakatan dengan jaminan keamanan dan kebebasan beribadah. Perjanjian itu dikenal dengan al-‘uhdah al’umariyah dengan saksi Khalid bin Walid, Amr bin al-‘Ash dan Muawiyah bin Abi Sufyan.
• Sejak pembeasan Al Quds, umat Islam mengalami pergolakan yang luar biasa. Perebutan kekuasaan dan pengaruh antara kesultananan terjadi silih berganti. Demikian pula otoritas pengelola Al Quds juga berganti ganti antara beberapa kesultanan dan dinasti. Maka, keramahan dan perlindungan umat Islam kepada kaum Nasrani yang dilakukan oleh Umar Bin Khotob pun akhirnya berubah menjadi kebijakan represif terhadap kaum Nasrani. Inilah yang menjadi pemicu munculnya ide perang Salib yang dicetuskan oleh Paus Urbanus II (wafat 1095)
• Pada tahun 1099 melalui perang salib I al Quds dikuasai kembali Romawi (Byzantium)
• Pada 1187 (alias setelah 88 tahun dalam penguasaan Romawi) Salahuddin Al Ayubi membebaskan Al Quds. Salahuddin Al Ayyubi meneruskan pondasi kekuatan yang telah disusun oleh pendahulunya yaitu Nuruddin Zanki
• Kendali atas Al Quds sebagai tanda kokohnya kekuatan Islam masih berlanjut hingga tahun 1453 Bizantium dibebaskan oleh Turki Utsmani dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih Al Fatih terispirasi oleh hadits nabi berikut ini:

Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya” (HR Ahmad)

Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel”.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ’Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu, masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ’ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.” [HR Ahmad dan Baihaqi dari Nuâman bin Basyir dari Hudzaifah]

• Awal abad 20 umat Islam dengan yang diwakili oleh kesultanan Turki Utsmani mengalami kelemahan di beragai bidang. Wilayah kekuasaannya pun satu demi satu jatuh ke tangan musuh.
• Tahun 1917 Al Quds jatuh ke tangan Inggris. Sejak saat itu terjadilah perpindahan besar besaran orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia melalu gerakan Zionisme yang menjadikan proporsi penduduk Yahudi makin dominan di Al Quds dan Palestina pada umumnya
• Tahun 1948 Israel berdiri dengan penyerahan kekuasaan dari Inggris. Al Quds Barat diklaim sebagai ibukota Israel, sedangkan Al Quds Timur (dimana masjid al Aqsha berada) masih dalam kekuasaan Yordania.
• Pada 1967 melalui sebuah pertempura sengit Israel merebut Al Quds Timur dariYordan
• Perpindahan Yahudi dari berbagi penjuru dunia ke Israel terus berjalan dan sedikit demi sedikit menggusur posisi muslim Palestina hingga kini akhirnya tersudut di di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang total luasnya kini hanya sekitar 10% total luasan palestina sebelum berdirinya Israel. Hingga saat ini umat Islam telah kehilangan kendali atas Al Qudz dan Palestina pada umumnya selama 97 tahun. Sudah lebih lama dari pada saat umat Islam kehilangan kendali Al Qudz kepada Byzantium dan kemudian dibebaskan oleh Salahuddin Al Ayuubi

Jamaah rahimakumullah, perjalanan sejarah Al Aqsho adalah cerminan perjalanan ummat Islam. Dulunya tidak ada…kemudian ada…kuat…dan kini berada dalam kondisi kelemahan yang tiada tara. Al Aqsha kini sedang terjajah.

Allahuabar Allahuakbar Laailaahailallahu Allahuakbar. Allahuakbar walillahilhamdu. Jamaah rahimakumullah, dalam suasana yang seperti ini mari kita kembali pada ajaran Nabi SAW. Rasulullah SAW telah meletakkan optimisme masa depan ummat sebagai bagian penting dari aqidah kita. Perhatikan kembali hadits tentang Konstantinopel, Roma dan kekhilafahan di atas. Perhatikan bahwa kelak Islam akan kembali berada di puncak jaya. Nabi menyatakan bahwa kita kelak akan membebaskan Roma. Kita akan kembali tampil sebagai pengayom dunia. Kita akan kembali menjadi pengayom Al Quds yang dihuni oleh ummat berbagai agama dengan tentram seperti pada jaman Ummar bin Khotob. Inilah pernyataan dan optimieme Nabi. Inilah yang harus kita kerjakan. Al Aqsha dan Palestina yang kini menderita dan berdarah oleh bombardir Israel adalah salah PR kita.

Lalu apa langkah praktis yang kini bisa kita lakukan untuk Al Aqsha masjid suci itu? Apa yang bisa kita lakukan dari tempat kita berada negeri tercinta Indonesia ini? paling tidak ada dua hal penting.

1. Perkuat keimanan dan ikatan kita dengan jamaah umat Islam. Pastikan kita selalu dekat dan terkoordinasi dalam simpul-simpul jamaah umat Islam seperti masjid-masjid atau organisasi-organisasi dakwah keagamaan. Doakan saudara-saudara di Al Aqsho, Palestina, Gaza dan sekitarnya
2. Persiapkan generasi yang akan datang dengan pendidikan agama yang baik, pendidikan lifeskill yang mantap, dan pendidikan ekonomi yang kuat. Ekonomi adalah salah satu aspek yang penting pelaksanaan surat al Anfaal ayat 60 ini:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka dekuatan apa saja ang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang yang dengan persiapan itu kamu menenggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahui sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkankan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya”

Ibnu Katsir menukil sebuah hadits dalam tafsirnya: allaa innal quwwata arromyu. Sungguh yang disebut kekuatan adalah melempar jauh. Melempar jauh pada jaman saat ini adalah kekuatan rudal antar benua yang membutuhkan kekuatan ekonomi yang besar.

Ekonomi yang kuat artinya adalah penguasaan terhadap sumber-sumber produksi barang dan jasa. Inilah saat ini titik kelemahan kita. Perusahaan perusahaan di berbagai sektor kini tidak berada pada penguasaan umat Islam.

Sektor perunggasan di negeri ini misalnya, jika tahun 80-an masyarakat swasembada ayam dan telor dengan tiap keluarga memelihara ayam, kini berubah. Kita tergantung pada korporasi besar untuk kebutuhan daging dan telor ayam. Dan penguasa nomor satu perunggasan adalah Charoen Pokphand dengan omset tahun lalu Rp 25 trilyun. Penguasa pasar perunggasan ini dimiliki dan dikendalikan oleh keeluarga Jaravanon, sebuah keluarga imigran dari Shantou-RRC yang bermukim di Bangkok.

Sektor ritel pun demikian. Jika yang dulu adalah toko kelontong tradisional milik masyarakat di gang-gang kampug kini berpindah ke jarignan minimarket dan hipermarket modern. Demikian pula yang terjadi pada nyaris semua sektor ekonomi.

Siapkanlah anak-anak kita dengan pendidikan agama yang baik. Al Fatih pembebas Konstantinopel yang hafal Qur’an dan berpegang pada Hadits adalah teladan pendidikan agama yang baik. Beri wawasan internasional dengan penguasaan berbagai bahasa seperti Al Fatih yang menguasai 6 bahasa. Didik dan bantu ekonominya untuk kelak bisa menjadi pengendali perusahaan-perusahaan produsen barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Pengendali yang dimaksud dalah sebagai pemegang saham pengendali pada perusahaan-perusahaan di beragai sektor ekonomi. Allahuakbar walillahilhamd.

Jamaah rahimakumullah, jika anak anak itu telah berkeluarga sedangkan Anda masih produktif, bantu mereka untuk memupuk aset berupa kepemilikan saham perusahaan-perusahaan utama di masyarakat di beragai sektor. Tetaplah Anda terus produktif dan berkarya hingga akhir hayat untuk memantu anak anak kita dan generasi penerus pada umumnya.

Allahuakbar allahuakbar laaillahailallahu allahuakbar allahuakbar walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah, sikapilah kepemilikan saham sebagaimana yang sampaikan di atas seperti menanam pohon jati. Nilai seluruh saham Alfmart misalnya saat ini berdasarkan data dan perhitungan saya misalnya adalah sekitar Rp 30 Trilyun.

Jamaah rahimakumullah, nilai Rp 30 Trilyun memang besar untuk ukuran sebagian besar masyarakat. Tapi mari kita bayangkan tentang pohon jati. Sebatang pohon jati yang kini berharga puluhan juga, 40 tahun lalu adalah sebuah biji jati yang nilainya tidak seberapa atau bahkan tidak bernilai sama sekali. Ada dua kesempatan emas untuk menanam pohon jati. Ingat, hanya ada dua kesempatan dan tidak akan ada kesempatan lain. Maka….Jangan sia-siakan dua kesempatan emas ini: 40 tahun lalu dan hari ini. Jika 40 tahun lalu Anda telah memanam jati, kini saatnya panen puluhan juta perbatang. Tapi jika belum jangan kuatir. Masih ada kesempatan terbaik kedua: hari ini. Ingat, tidak akan akan ada ksempatan ketiga.

Jika “pohon jati” saham Alfamart misalnya kendalinya sudah ada ditangan Anda, kita tidak perlu berteriak teriak di jalanan atau media sosial untuk menghentikan penjualan miras di outlet outletnya. Cukup bikinlah RUPS dan putuskan untuk tidak menjual miras. Maka 8500 outletnya akan berhenti menjual miras saat itu juga. Itulah hakekat kekuatan ekonomi sebagai implementasi surat al Anfaal 60.

Bantulah putra putri kita untuk mulai saat ini sedikit demi sedikit “menanam pohon jati” kepemilikan saham pada berbagai perusahaan. Targetnya, nanti akan adan ada saat panen dimana anak anak akan menjadi pemegang saham pengendali pada berbagai perusahaan berbagai bidang kehidupan. Ritel, perunggasan dan apapun juga. Itulah bekal kontribusi kita untuk Al Aqsha di masa yang akan datang.

Kekuatan pengendalian ekonomi bisa menjadi dimanfaatkan untuk membantu persenjataan bagi saudara saudara di Palestina dan sekitarnya untuk membebaskan Al Aqsha. Kekuatan ekonomi di berbagai bidang kehidupan juga akan menjadi kekuatan posisi tawar dalam diplomasi internasional dalam rangka pembebasan Al Aqsha yang kini terjajah. Maka…mari kita dan anak anak kita terus menerus meningkatkan kontribusi untuk pembebasan al Aqsha. Allahu akbar!

Jamaah rahimakumullah, di akhir khutbah ini, mari kita berazam dan berdoa untuk menjadi Salahuddin Al Ayubi, Nurudin Zanki dan Muhammadi Al Fatih modern. Memupuk kekuatan untuk menolong Al Aqsha yang kini dikuasai Israel. Untuk Al Quds yang ramah terhadap setiap pemeluk agama apapun sesuai dengan hakikat Islam sebagai rahmatan lil alamin. Islam sebagai rahmat bagi seru sekalian alam sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Umar bin Khotob di Al Quds lebih dari semilenium yang lalu. Lebih dari itu…. mari ktia memohon kekuatan dan bimbingan-Nya agar kita atau anak cucu kita bisa menjadi pembukti Hadits Nabi tentang kota Roma melalui bidang kita masing-masing. Allahu akbar…Allahuakbar….Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s