Khutbah Idul Fitri 1434 H: Spirit Pembebasan Konstantinopel untuk Pembebasan Ekonomi


Spirit Pembebasan Konstantinopel
Untuk Pembebasan Ekonomi

Materi khutbah Idul Fitri 1434H di Jl Raya Ketintang Surabaya yang diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Almufidah, Ketintang, Surabaya. Bagian berbahasa Arab dari materi ini tidak disertakan di blog ini..
Oleh: Iman Supriyono, imansupri@snfconsulting.com

Kaum muslimin rohimakumullah, hari ini kita berhari raya fitri. Tentu ada hikmah luar biasa besar dari rangkaian ibadah bulan Ramadhan yang baru saja kita jalani selama sebulan penuh. Salah satu hikmah penting itu adalah apa yang dinyatkan dalam Surat Al Baqoroh 183: la’alakum tattaqun. Diwajibkan kepada kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang orang sebelum kamu. Semoga kalian bertakwa.

Jamaah rohimakumullah, hikmah dari ketaqwaan adalah adanya visi yang panjang dalam hidup. Visi paripurna. Visi yang tidak hanya berbicara tentang kehidupan dunia, tetapi jauh melampaoi kerangka waktu menjadi visi kehidupan dunia akhirat.

Allahuakbar. Allahu akbar. Walillahilhamd. Tentang visi ini mari kita simak beberapa hadits Rasulullah SAW berikut ini:
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah? Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Perhatikan juga hadits berikut ini:
Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya. (HR Ahmad)

Allahuakbar, Allahuakbar, laailaha illallahuallahuakbar, Allahuakbar walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah. Hadits tersebut menyebut dua kota penting sepanjang sejarah peradaban ummat manusia yaitu Qustantiniyah dan Rummiyah. Qustantiniyah dikenal juga sebagai Konstantinopel. Dalam catatan sejarah kota ini didirikan pada tahun 657 SM dengan nama Bizantium sebagai pusat kebudayaan Yunani kuno. Kota ini kemudian menjadi pusat kekairan Romawi Timur dan diubah menjadi Konstantinopel pada tahun 330 M oleh Constantine The Great. Pada masanya, Konstantinopel adalah pusat agama Kristen Ortodok. Konstantinopel adalah kota terbesar di Eropa dari sisi jumlah penduduk.

Konstantinopel berjarak sekitar 3000 Km dari Makah alias bisa ditempuh sekitar 4 jam penerbangan. Bandingkan misalnya dengan jarak Surabaya ke Makkah yang dibutuhkan sekitar 10 Jam penerbangan. Saat ini kita mengenal kota berpenduduk 13 juta lebih ini dengan nama Istambul.

Konstantinopel berada di tepi selat Bhosporus. Selat selebar sekitar 2 Km dengan 2 jembatan laut ini adalah pemisah antara benua Asia dan Eropa. Selat Bhosporus sendiri adalah perairan penting dan padat karena menghubungkan antara laut Marmara yang  tersambung dengan laut Mediterania di selatan dan Laut Hitam di Utara. Itulah Qustantiniyah.

goldenhorn2

Pelabuhan Golden Horn, Selat Bhosporus dan Istambul alias Konstantinopel alias Qustantiniyah alias Byzantium. Selat Bhosporus adalah penghubung antara Black Sea dengan Sea of Marmara yang tersabung dengan laut Mediterania

Rummiyah yang dimaksud pada hadits itu dikenal juga dengan nama Roma. Kota ini didirikan pada tahun 753 SM sebagai kota tertua di Eropa. Didalam kota berpenduduk 2,8 Juta jiwa ini terdapat sebuah negara Vatican City yang dipimpin oleh Paus sekaligus sebagai pimpinan tertinggi ummat Katolik sedunia. Vatican City sendiri berpenduduk sekitar 800 orang dengan luas sekitar 44 Hektar.

Roma berjarak sekitar 1000 Km dari Konstantinopel alias bila ditempuh sekitar 1,5 jam penerbangan. Jika dihitung dari Makkah Roma membutuhkan sekitar 5 Jam penerbangan. Bandingkan dengan Makkah ke Surabaya yang membutuhkan 10 Jam penerbangan. Jauhnya jarak ini menunjukkan jauhnya visi Rasulullah SAW yang melampoi jamannya.

Jamaah rahimakumullah, Shodaqoullahaladhim…wa shodaqorasulullahil Karim. Atas dasar Hadits itu, sejarah mencatat umat Islam telah bekerja keras untuk membuktikannya. Dari berbagai upaya berabad-abad, yang kemudian mencatatkannya sebagai tinta emas sejarah Islam adalah perjuangan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih. Dengan didukung persiapan dan strategi yang jitu, pada tahun 857H atau 1453 M Muhammad Al Fatih berhasil membebaskan Konstantinopel. Berhasil membuktikan kebenaran Hadits di atas. Dan sejak saat itulah nama Konstantinopel diubah menjadi Islambul atau kemudian Istambul hingga hari ini.

Jamaah Rahimakumullah, sejarah pembebasan Konstantinopel memberikan warna agak berbeda pada sejarah penaklukan bangsa-bangsa. Pada umumnya, penaklukan selalu dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa terhadap bangsa-bangsa di benua Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Inilah yang selama ini menjadi mainstream sejarah. Kita mebaca bagaimana Indonsia sebagai negeri Muslim ditakhlukkan Belanda dan terus dikuasainya selama sekitar 350 tahun dengan semangat glory, gold dan gospel. Semangat mendapatkan kejayaan, emas dan menyebarkan agama. Hal senada juga terjadi pada bangsa-bangsa muslim lain seperti Malaysia, Brunai, Pakistan, India, Palestina, Iran, Irak, Yaman, Yordania, Afganistan, Bahrain dan sebagainya oleh Inggris. Selain itu, Perancis tercatat pernah menguasai Aljazair, Maroko, Tunisia. Masih banyak lagi negara negara yang ditaklukkan dan kemudian menjadi bagian dari imperialisme Belgia, Spanyol, Portugis dan sebagainya.

Kontantinopel memberikan gambaran tentang penaklukan tapi dengan arah yang berkebalikan: Umat Islam menguasai Eropa. Bankan salah satu jantung Eropa. Dan yang lebih menarik, penguasaan tersebut lestari sampai hari ini. Bahkan Istambul telah benar-benar menyatu tak terpisahkan dari keberadaan Turki sebagai bangsa Muslim. Dengan arah penaklukan yang seperti ini, sejarah Konstantinopel bisa menjadi inspirasi pembalik mental terjajah bagi bangsa-bangsa Muslim. Termasuk kita di Indonesia.

Apakah mental terjajah sebagai warisan sejarah itu hingga kini masih relevan untuk kita bahas? Secara politik mungkin sudah tidak terlalu relevan. Indonesia sudah merdeka sebagai bangsa yang berdaulat. Tetapi bagaimana secara ekonomi? Coba misalnya kita lihat dari hubungan ekonomi Indonesia Belanda. Sampai hari misalnya kita sangat gemar menggunakan merek-merek ini: Lux, Sunsilk, Pepsodent, Lifebuoy, Rexona, Dove, Rinso dan masih banyak lagi. Merek-merek tersebut begitu populernya dalam kehidupan kita. Seolah kita tidak bisa lepas barang sedetikpun. Ketahuilah merek-merek tersebut adalah milik Unilever, sebuah perusahaan raksasa berpusat di Rotterdam Negeri Belanda. Atas pemakaian merek-merek tersebut, berdasarkan laporan keuangan PT Unilever Indonesia, tahun 2012 lalu kita sebagai konsumen harus membayar royalti dan jasa terkait merek tersebut sebesar Rp 939 Milyar alias hampir Rp 1 Trilyun Rupiah. Jika pada jaman kita kita dipaksa membayar upeti kepada Belanda, pada saat ini kita dengan senang hati dan suka rela membayar royalti melalui merek-merek yang kita pakai. Sebuah transaksi ekonomi wajar yang telah kita lakukan berdasarkan azaz suka sama suka alias antarodlin dalam bahasa arab.

Jika diuarai lebih panjang, kita akan menemui fenomena royalti seperti ini nyaris pada setiap produk yang kita pakai sehari-hari. Saya menyelesaikan materi khutbah ini pun tidak bisa dilepaskan dari laptop HP dan Google buatan Amerika yang tentu ada aliran uang disana. Anda datang ke tempat sholat ini tentu menggunakan kendaraan motor atau mobil buatan Jepang, Korea, Eropa atau Amerika. Masih banyak lagi fenomena sejenis ini. Tentu ada aliran uang royalti atau sejenisnya disana.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa melepaskan diri dari “penguasaan” ekonomi oleh bangsa lain? Nah, untuk keperluan inilah saya hari ini membahasnya di forum sholat Ied yang mulia ini. Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar walillahilhamd. Mari kita mempelajarinya dari apa yang dilakukan oleh Muhammad Alfatih dalam membebaskan Konstantinopel. Mari kita ambil inspirasi.

Walapun sudah disebut di Hadits Nabi, Sultan Muhammad Al Fatih tidak bersantai-santai untuk membebaskan kota terbesar di Eropa hingga kini ini. Persiapan pertama yang ditanamkan sejak kanak-kanak adalah membangun visi. Guru ngaji beliau, Syeh Syamsuddin, telah menanamkan pada jiwa al Fatih tentang Hadits nabi di atas sejak kanak kanak. Ditanamkan bahwa Al Fatih adalah orang yang dimaksud Nabi SAW. Diyakinkan bahwa tentara Turki yang kelak akan berada dibawah komandonya (karena beliau adalah pangeran pewaris tahta dari ayahnya) adalah tentara terbaik yang dimaksud oleh Hadits tersebut. Perjuangan membebaskan Konstantinopel saat itu benar-benar menjadi spirit yang transendental. Bisa disejajarkan dengan sprit Glori Gold Gospel nya kolonialisme Eropa.

Berbagai persiapan dilakukan. Sebelum serangan benar-benar dilancarkan, strategi telah disusun dengan rapi. Eksekusi strategi pra penyerangan pun dilakukan dengan baik. Perang diplomasi dilancarakan. Negara-negara yang berpotensi membantu Konstantinopel dinetralisir. Operasi intelijen dilakukan. Benteng dibangun. Persenjataan dilengkapi dan dipercanggih. Meriam terbesar dijamannya pun dibuat. Pembuatannya pun tidak lepas dari operasi intelijen menggunakan kekuatan Konstantinopel. Secara personel, ratusan ribu tentara terlatih dengan baik. Itulah antara lain yang dilakukan.

Secara pribadi, Muhammad Al Fatih pun memiliki persiapan yang sangat prima. Beliau menguasasi 7 Bahasa yaitu Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Bahasa ini tentu sangat setrategis untuk memahami peta dan medan pertempuran. Bukan hanya itu, beliau juga hafal Al Qur’an, menguasai sains, tidak pernah meninggalkan sholat malam, tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rowatib, dan secara fisik pun menguasai permainan pedang.

Serangan dilakukan mulai hari Jum’at, 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453. Pertempuran berlangsung dengan sengitnya. Konstantinopel memiliki pertahanan yang sangat tangguh. Benteng kokoh memagari mereka. Pertempuran berlangsung sangat lama. Korban pun berjatuhan dari kedua belah pihak. Korban dari pihak Al Fatih pun demikian besarnya.

Begitu beratnya suasana pertempuran, tentara Al Fatih pun hampir hampir putus asa. Alfatih nyaris menyerah. Dalam suasana seperti ini keberadaan sang guru Syeck Syamsudin benar benar sangat dibutuhkan. Alfatih diingatkan kembali akan visi besar kenabian penaklukan Konstantinopel. Diingatkan tentang pengorbanan dan heroisme tentara terdahulu. Heroisme seorang sahabat Nabi Abu Ayub yang tewas dan dimakamkan di dekat benteng Konstantinopel. Inilah yang membangkitkan kembali Alfatih dari keterpurukan moral bertempur.

Dengan semangat baru, pada tanggal 28 Mei 1453 malam diputuskan sebuah strategi yang berbeda. Alfatih memutuskan untuk menarik 70 kapal tempurnya melalui daratan untuk masuk ke titik terlemah Konstantinpole yaitu pelabuhan Golden Horn. Sebelumnya armada laut selalu gagal melewati barikade rantai besar yang menghalangi kapal-kapal Alfatih untuk masuk ke
Golden Horn. Pagi-pagi buta ketika warga Konstantinopel bangun, mereka panik karena tiba-tiba kapal kapal musuh sudah berada di Golden Horn sebagai titik terlemah mereka. Mental masyarakat pun turun.

Maka, dengan didahului sholat berjamaah yang dipimpin langung oleh Al Fatih, Selasa, 29 Mei 1453 serangan terdahsyat dilakukan. Serangan darat, laut dan bom terowongan bawah tanah dilancarkan dengan serempak dan masif ditengah mental tentara dan rakyat Konstantinopel yang sedang jatuh. Dan….hari itu juga…..Konstanatinopelpun terbebaskan. Namanya pun diubah menjadi Islambul (Istambul).

Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilhamd. Jamaah rahimakumullah, Alfatih telah membuktikan kebnaran Hadits nabi dengan kemenangannya. Lalu, bagaimana kita mengambil semangat dan spirit kemenangan tersebut untuk mencapai kemerdekaan dan pembebasan ekonomi negeri ini? Mari kita membuat perhitungan. Membebaskan ketertgantungan pada produk asing bisa kita lakukan dengan mengakuisisi perusahaan asing yang menghasilkan paroduk tersebut. Sebagai gambaran, ini bisa kita lakuan terhada PT Unilever Indonesia produsen Lux, Lifebuoy, Sunsilk dan sebagainya. Berasarkan data yang saya miliki, nilai akuisisi minimal 100% Saham Unilever Indonesia Rp 216 T. Angka ini diperoleh dari perkalian antara laba bersih perusahaan tahun 2012 sebesar Rp 4,8 T dikalikan dengan Price Earning Ratio di Bursa Efek Indonesia saat ini yaitu sebesar 45. Saya sebut nilai akusisi minimal karena pemegang saham tentu akan meminta premium untuk mau melepaskan poisisinya sebagai pengendali perusahaan.

Bagaimana untuk mengakuisisi Unilever pusat di Roteterdam? Catatan saya berdasarkan angka terbaru Forbes menunjukkan bahwa market value Unilever Roterdam adalah USD 122 Milyar alias sekitar Rp 1200 Trilyun lebih. Angka akuisisi akan lebih besar jika ditambah dengan premi yang diminta oleh pemegang saham pengendali.

Bagaimana caranya? Tentu tidak ada lain kecuali menggalang kemampuan finansial diri Anda secara personal melalui penyisihan pendapatan bulanan dengan disiplin. Kita bisa mencontoh kebiasaan baik orang Yahudi yang dengan disiplin ketat selalu menyisihkan 10% pendapatan bulanan untuk memupuk kekuatan finansial investasi. Kekuatan personal itu kemudian disatukan dalam format manajemen dan legalitas modern. Inilah yang bisa diharapkan menjadi “senjata” pembebas ekonomi bangsa ini.

Maka, mari kita menjadi Alfatih -Alfatih modern melalui bidang kita masing-masing. Melalui profesi kita masing masing. Apapun bidang kerja dan profesi, pastikan bahwa Anda berprestasi gemilang yang ditandai dengan aliran finansial yang makin baik. Lalu, berdisiplinlah dalam menyisihkan dana investasi. Kelak…ketika ada “komando” dari para manajer investasi untuk menggalang kekuatan dengan format legalitas dan manaejemen investasi modern, Anda pun bisa berpartisipasi maksimal.

Di akhir khutbah ini, mari kita berazam dan berdoa untuk menjadi Alfatih modern. Membebaskan negeri ini dari ketergantungan pada produk dan merek asing dengan cara yang elegan. Membebaskan negeri dari keterjajahan ekonomi dengan manajemen modern. Lebih dari itu…. mari ktia memohon kekuatan dan bimbingan-Nya untuk bisa menjadi pembukti Hadits Nabi tentang kota Roma melalui bidang kita masing-masing. Allahu akbar…Allahuakbar….Laailaahaillallahu Allahu Akbar. Allahu akbar walillahilhamd.

5 responses to “Khutbah Idul Fitri 1434 H: Spirit Pembebasan Konstantinopel untuk Pembebasan Ekonomi

  1. dakwah yang RUAR BIASYAH!!! Betul2 out the box, khutbah dari perpektif konsultan finansial islamis………..kerrrrennn

  2. HAVIZH SATRIA YUDHA

    KERENN,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s