Surga: Ketika Bisnis, Kerja, Ibadah dan Bersenang-senang Sudah Tidak Terbedakan


Surga

Oleh Iman Supriyono, konsultan dan penulis buku-buku bisnis pada SNF Consulting, http://www.snfconculting.com

Di Mega Kuningan, sekali lagi saya merasakan eksotisme ibu kota. Gedung-gedung pencakar langit menjulang rapi. Jalan dan ruang terbukanya elok serasi. Melengkapi kecantikan kawasan monas dan bundaran HI. Sesuatu yang sulit dicari tandingannya. Singapura yang sangat dikenal sebagai kota destinasi dunia pun nampaknya harus rela kalah cantik. Tentu ini adalah kesan pribadi saya yang sore itu berada di sebuah menara perkantoran tidak jauh dari Ritz Carlton, sebuah hotel yang pernah diledakkan oleh mereka yang tidk suka dengan barat. Ritz dan Kuningan pada umumnya adalah salah lokasi favorit para bule dan ekspat di ibu kota.

Tetapi sore itu saya tidak datang untuk mengagumi kawasan mega kuningan. Kedatangan saya adalah untuk bertemu seorang kolega. Ia bekerja pada sebuah perusahaan yang berkantor di kawasan yang kalau dilihat dari foto satelit googlemap memang sangat indah itu. Mendatanginya untuk berbincang santai. Menggali ide segar untuk bisnis. Yaa….itulah pekerjaan penulis yang bekerja di kantor konsultan kalau sedang senggang.

Pembicaraan mengalir dengan segar. Segelas iced thai tea menemani kesegarannya. Ada banyak inspirasi muncul. Salah satunya adalah sebuah fenomena menarik pada kolega yang posisinya sebagai general manager ini. Sudah sekian tahun terakhir ini perusahaan tempatnya bekerja dalam kondisi yang sangat sulit. Jangan bayangkan ada kemakmuran sekelas gedung gedung pencakar Kuningan. Sekedar gaji pun sulit. Tetapi ia ini tetap setia. Mengerjakan setiap urusan perusahaan dengan sepenuh tanggung jawab. Menghadapi setiap kesulitan dengan profesional. Sepenuh loyalitas. Tanpa berhitung rupiah. “Saya sendiri juga tidak tahu”, itulah pengakuan terhadap loyalitasnya yang luar biasa ini. Ia memang tidak bisa menyebutnya dengan jelas. Tetapi saya menangkap adanya sebuah nilai indah. Ya…sebuah nilai. Value.

••••

Riscon. Sebuah corporate brand yang pas ditinjau dari kacamata keunikan. Mudah dihafal. Bukan nama pasaran. Rasakan bedanya misalnya dengan nama-nama seperti ini: Abadi Sukses Sentosa, Bahtera Guna Sejahtera, Ekajaya Multiperkasa, Garda Surya Sakti dan nama nama perusahaan pada umumnya. Riscon sangat distinctive.

Riscon memang beda. Tetapi kali ini saya tidak sedang ingin menulis tentang nama. Saya justru ingin menulis tentang pengalaman bekerja dengan team manajemen Riscon dalam posisi saya sebagai personil SNF Consulting, kantor saya. Mereka pada umunnya punya loyalitas yang sangat tinggi kepada perusahaan. Bekerja nyarits tiap hari sampai larut malam denga penuh semangat. Tanpa hitungan rupiah. Bahkan pada hari liburpun. Mencurahkan seluruh energi untuk kejayaan perusahaan. Untuk kejayaan bersama. Sesuatu yang kini telah dirasakan dan akan terus ditingkatkan.

Bersama Team Riscon: Ketika Bekerja, Beribadah dan Bersenang-senang Sudah Tidak Terbedakan

Apa rahasianya? Setelah sekian lama bergaul intensif lewat berbagai kesempatan rapat maupun di luar rapat, saya menemukan sebuah kata kunci: surga! Oooh…ada surga pada sebuah perusahaan yang bergerak sebagai pengembang perumahan? Pada sebuah perusahaan yang bermarkas di Jakarta yang dikenal dengan kehidupan dan persaingan yang superkeras?

Justru disitulah sumber loyalitas itu. Big boss Riscon yang memang saat kuliah adalah aktivis masjid kampus sangat menekankan kata kunci ini. Jalan berpikirnya sederhana. Jika ingin perusahaan maju, personil harus bekerja dengan sepenuh kekuatan. Dengan sepenuh waktu. Konsentrasikan seluruh energi untuk mencapai peruashaan yang unggul. Tanpanya perusahaan akan tergilas oleh roda persaingan yang sangat sangat keras. Jakarta boow….

Dalam kondisi bisnis yang keras, semua karyawan tetap ingin menggapai sukses di akhirat. Sementara waktu mereka telah habis untuk perusahaan. Maka tidak ada cara lain kecuali perusahaan didesain agar sekaligus menjadi jalan bagi para personilnya untuk menggapai sukses akhirat. Bekerja di perusahaan sebagai ibadah. Menggapai surga. Khas Riscon. Se-khas namanya.

Bentuk konkritnya? Memulai aktivitas pagi dengan tadzarus Al Qur’an di mushola, suara adzan dari mushola diperdengarkan ke setiap ruangan, seluruh karyawan dari office boy sampai dirut berbaur dalam barisan rapi setiap waktu adzan berkumandang, disediakan ustadz untuk memfasilitasi pengajian rutin intensif seluruh karywan…dan masih banyak lagi. Itu yang sifatnya ritual formal. Yang lebih esensial? Kejujuran, keterbukaan, dan menjaga kepercayaan. Ini selalu ditunjukkan dan ditekankan pada setiap aktivitas bisnis keseharian. Maka…loyalitaspun berada pada titik tertinggi. Seluruh karyawan berkerja sepenuh hati. Menggapai kemakmuran di dunia…sekaligus beribadah menggapai surga-nya. Prestasi bisnis moncer… kehidupan religi memuncak.

Bekerja dengan loyalitas penuh. Bekerja dengan totalitas. Kolega di keindahan pencakar langit Kuningan memilikinya. Kawan-kawan Riscon merasakannya. Perusahaan Anda memilikinya juga? Gapai dunia akhirat dalam satu paket. Di hiruk pikuk kerasnya kehidupan…..ada jalan menuju kemuliaan abadi. Jalan keutamaan. Surga!

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

One response to “Surga: Ketika Bisnis, Kerja, Ibadah dan Bersenang-senang Sudah Tidak Terbedakan

  1. oke. Sukses dunia akhirat satu paket. Sebab, rasanya mustahil seseorang bisa mengorbankan “yang paling prestisius” dari dunianya untuk akhiratnya, jika dunia tak punya. Lha tak punya? Sip.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s