Koperasi Kelas Dunia Aset 9 Ribu Trilyun: Rabo Bank


Rabo Bank

Oleh Iman Supriyono, konsultan bisnis pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Rek ayo rek…mlaku-mlaku nang Tunjungan….. Lagu suroboyoan ini menjadi catatan sejarah bahwa dulu Jalan Tunjungan adalah tempat perbelanjaan utama Surabaya. Toko aneka kebutuhan berderet-deret.

Kini memang agak bergeser. Tunjungan center yang pada akhir tahun 80-an sangat ramai sekarang ditinggalkan konsumen. Siola dan Toko Nam juga sudah tutup.

Jalan Tunjungan memang masih menjadi jalan protokol. Tetapi, aktivitas bisnis dan belanjanya sudah berkurang. Tunjungan Plasa yang sampai sekarang masih menjadi salah satu simbol kawasan belanja utama tidak terletak di Jalan Tunjungan walaupun masih di kawasan itu juga.

Jalan Tunjungan adalah simbol perjuangan. Juga simbol sejarah kota. Sayang sekali bila kemudian menjadi kawasan mati. Maka, kita harus berterima kasih kepada mereka-mereka yang masih setia meramaikan jalan legendaris ini.

Koperasi Bisa: Rabo Bank Koperasi Kelas Dunia Aset 9 ribu Trilyun

Koperasi Bisa: Rabo Bank Koperasi Kelas Dunia Aset 9 ribu Trilyun

Di Jalan Tunjungan kini masih berdiri kokoh hotel Majapahit. Hotel yang dulu bernama Yamato ini adalah saksi sejarah perjuangan Bangsa. Dulu, Arek-arek Suroboyo pernah menyobek warna biru pada bendera Belanda merah putih biru menjadi merah putih.Hotel Majapahit tetap setia menjaga jiwa Jalan tujungan. Dari dulu sampai sekarang. Termasuk mempertahankan bentuk bangunannya.

Kita juga harus berterima kasih kepada Rabo Bank. Bersama hotel Majapahit, Rabo Bank adalah salah satu kantor yang turut berperan dalam mengisi geliat Jalan Tunjungan hingga saat ini. Rabo Bank? Ketika saya menyebut nama ini dalam diskusi di situs perkawanan dunia maya Facebook, banyak yang sambil berkelakar menyatakan bahwa Rabo Bank tentu tidak jauh berbeda dengan Bank Selasa, Bank Kamis, Bank Minggu dan sejenisnya. Mirip-mirip dengan Pasar Minggu, Pasar Senin, Pasar Rabu yang masing masing hanya buka pada hari Minggu, Senin dan Rabu. Lokal banget.

Pembaca yang antusias, bila pendapat Anda tentang Rabo Bank juga seperti itu, Anda keliru. Rabo Bank bukan perusahaan lokal. Rabo Bank adalah sebuah bank yang berasal dari Negeri Belanda. Bank kelas dunia dengan aset secara global sekitar Rp 9 000 Trilyun Rupiah. Bisa membayangkan? Jika seluruh bank di Indonesia bergabung menjadi satu dan dikalikan 4, barulah setara dengan aset Rabo Bank. Jadi, aset seluruh bank di Indonesia hanyalah seperempat dari aset Rabo Bank. Benar-benar raksasa.

♦♦♦

Menurut UUD 45 sebagai landasan berdirinya negeri ini, koperasi diposisikan sebagai institusi ekonomi yang paling direkomendasikan. Dalam desain Bung Hatta sebagai bapak koperasi dan para konseptor negeri ini, koperasi adalah bentuk badan usaha yang dianggap paling sesuai dengan jati diri bangsa.

Lalu apa hubungan koperasi dengan Rabo Bank? Koperasi tidak bisa dipisahkan dari Rabo Bank. Kenapa? Karena Rabo bank telah membuktikan bahwa koperasi tidak seperti citra masyarakat saat ini. Koperasi bisa menjadi sesuatu yang ideal sebagaimana konsep para pendiri bangsa ini. Rabo bank adalah bank raksasa global yang berasal dari dua koperasi.

Sejarah bermula ketika pada tahun 1989 di Negeri Belanda berdiri The Coöperatieve Centrale Raiffeisen-Bank in Utrecht dan the Coöperatieve Centrale Boerenleenbank in Eindhoven. Keduanya adalah koperasi yang meyadari akan pentingnya sinergi untuk menghadapi persaingan bisnis global. Maka, pada tahun 1972 keduanya bergabung (merger) menjadi Rabo Bank. Nama Rabo diambil dari nama depan keduanya (Raiffesesen dan Boerenleenbank).

Kekuatan sinergi inilah yang kemudian terbuktikan di panggung bisnis global. Dengan ekspansi terus- menerus, Bank koperasi ini telah beroperasi di 46 negara di dunia. Indonesia adalah salah satu negeri yang dilayani bank berkaryawan lebih dari 60 ribu orang ini. Maka….jika suatu saat Anda melalui jalan Tunjungan Surabaya, lihatlah ke kanan jalan. Pandanglah Rabobank dan ingatlah Semangat Koperasi Bung Hatta. Setelah itu lihat ke kiri sampai di Hotel Majapahit ingatlah semangat juang arek-arek Suroboyo. Sayang sekali yang tampil adalah koperasi dari Belanda. Koperasi kita? Ayo!

Tulisan ini adalah salah satu bagian inspiring box pada buku “Anda Jago Kandang atau Kelas Dunia?”, karya ke-8 penulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s