Cessna 208 B Grand Caravan: Duit dari Tanjung Selor-Tarakan


Cessna 208 B

oleh Iman Supriyono, konsultan bisnis pada SNF Consulting, sebuah perusahaan konsultan bisnis dan keuangan yang berbasis di Surabaya

Acara saya di Tarakan sudah terselesaikan menjelang magrib. Praktis dari malam sampai jadual keberangkatan pesawat pulang ke surabaya keesokan harinya kosong. Saya sengaja mengambil penerbangan tengah hari dari pada penerbangan pertama yang jam 6 pagi. Tujuan saya supaya pagi tidak terlalu tergesa gesa. Juga saya merencanakan untuk mencari sesuatu yang baru di tarakan yang bisa menjadi sumber inspirasi.

Setelah mencari-cari informasi kesana kemari, akhirnya saya menemukan hal menarik: mengunjungi Tanjung Selor. Ini adalah sebuah kota kecil di pantai Pulau Kalimantan yang berhadapan dengan Pulau Tarakan tempat acara saya berlangsung.

Segeralah saya mencari informasi: angkutan umum apa yang bisa saya tumpangi dari Tarakan di pagi pagi menuju Tanjung Selor dan kemudian kembali dari tanjung selor sampai di tarakan tidak ketinggalan penerbaangan saya menuju surabaya yang terjadual pukul 12.50 waktu setempat.

Yang perlu saya pastikan terlebih dahulu tentu saja adalah perjalanan kembali dari Tanjung Selor ke Tarakan. Setelah kontak dengan seorang kawan yang tinggal di Tanjung Selor, sekitar jam 8 pagi waktu setempat saya mendapat kepastian bahwa ada penerbagnan Susi Air dari Tanjung Selor ke Tarakan pukul 10.45 waktu setempat.

Langung saja saya ngontak panitia Tarakan untuk minta diantarkan ke pelabuhan penyebarangan. Setelah tanya kepada petugas akhirnya saya naik speedboat kecil yang mau berangkat dengan hanya membawa 4 penumpang. Karena sudah ada 2 penumpang lain, saya membayar untuk 2 penumpang. Rp 150 ribu saya keluarkan dari kantong dan speedboat pun melaju kencang menuju Tanjung Selor.

Saya memilih speedboat kecil ini karena jadual perjalanannye fleksibel. Asal penumpang sudah cukup langsung berangkat. Berbeda dengan speedboat besar yang memang memiki jadual tertentu. Saya harus menunggu satu jam lagi untuk naik speedboat besar. Sesuatu yang tidak mungkin mengingat waktu saya yang pendek hari itu.
Sekali perjalanan speedboat mendapatkan omset minimal sekitar Rp 300 ribu. Saya tanyakan kepada pengemudinya, setiap hari rata rata dua kali perjalanan pergi pulang sehingga omsetnya kira kira Rp 1,2 juta. Angka ini adalah sekitar 4,8% dari harga pembelian speedboat yang Rp 25 juta. Atau dalam sebulan diperoleh omset sebesar Rp 36 juta alias 144% harga speedboat.

&&&

Pukul 10.45 saya sudah memasang sabuk keselamatan di bangku paling depan kabin Cessna 208B yang akan terbang dari Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor menuju Bandara Juwata Tarakan. Di belakang Pilot dan Kopilot asal Inggris dan Skotlandia yang menerbangkan pesawat berpenggerak baling baling total ada 11 penumpang lain yang juga telah siap terbang. . Jadi kali ini pesawat buatan pabarikan di Wichita, Kansas, Amerika Serikat yang dioperasikan Susi Air itu hanya tersisa satu bangku kosong yang taripnya dijual Rp 200 ribu itu.

Cessna 208 B Grand Caravan Susi Air Tanjung Selor-Tarakan

Susi Air adalah sebuah maskapai spesialis pesawat pesawat kecil. Maskapai yang dikomandani oleh Susi Pujiastuti ini saat ini mengoperasikan total 28 unit pesawat yang sejak terbang pertama kali tahun 1982 itu telah diproduksi sekitar 2000 unit hingga saat ini. Pesawat yang nama lengkapnya Cessna 208B Grand Caravan ini mampu terbang dengan kecepatan jelajah sekitar 317 km/jam. Cocok sekali untuk penerbangan jarak pendek seperti dari ibu kota Kabupaten Bulungan ke Tarakan ini. Hanya perlu waktu 20 menit.

Sebelas penumpang menghasilkan Rp 2,2 juta sekali perjalanan. Jika pesawat ini sehari bisa melakukan 10 kali penerbangan seperti Tanjung Selor Tarakan ini maka diperoleh omset sekitar Rp 22 juta sehari. Angka ini adalah 1,1% dari harga pesawat sekitar Rp 20 Milyar. Dalam sebulan diperoleh omset Rp 660 juta alias 33% dari harga pembelian pesawat.

Prosentase ini jauh lebih kecil dari pada angka milik speedboat. Tetapi yang membedakannya, pengemudi speedboat hanya memiliki 1 unit, sedangkan Susi air memiliki 28 unit Cessna 208 B. Susi juga masih meiliki pesawat-pesawat kecil lain aneka jenis. Secara kasaran, omset seperti ini sangat mungkin mendatangkan laba bagi operatornya. Maka, pulau pulau dan kota kecil seperti Tarakan dan Tanjung Selor memiliki potensi bisnis transportasi yang cukup menarik. Susi Air berhasil menangkap peluang ini. Cessna sebagai produsen pesawat juga mampu menangkapnya. Bahkan Pilot dan kopilot yang asal Inggris dan Skotlandia pun mendapatkan Cipratan duitnya. Siapa menyusul?

tulisan ini dimuat di majalah Matan edisi Pebruari 2012, terbit di Surabaya

2 responses to “Cessna 208 B Grand Caravan: Duit dari Tanjung Selor-Tarakan

  1. Ass- Mas Iman,

    Tulisan ringan pendek, namun padat dan inspiratif.

    Apakah bisa konsultasi dengan materi yang detail dan aplikatif?

    Salam saya,

    Triyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s