Endless Romance – Khutbah Nikah Yang Membuat Air Mataku Meleleh Bahagia


endless romanceEndless Romance-Khutbah Nikah Yang Membuat Air Mataku Meleleh Bahagia

Oleh Iman Supriyono, konsultan pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com. Tulisan ini dambil dari buku FSQ, karya ke-4 Iman.  Ini adalah  sebuah khutbah nikah yang disampaikan oleh Iman sesaat menjelang Sri Budi Arti, adik kandungnya, melangsungkan akad nikah di sebuah masjid di kampung halamannya, Kaliabu-Caruban-Madiun dengan Eko Sukamto, seorang pelaut santri.

Dik Sri Budi dan Dik Eko, Sebentar lagi kalian akan menghadapi saat yang paling bermakna dalam hidup
Saat dimana Kalian akan mengikat janji Untuk melaksanakan sunnah Nabi Sebagaimana yang disebut dalam sebuah hadits…

Dari Anaw r.a., katanya, beberapa orang sahabat nabi saw bertanya kepada para istri beliau tentang amal ibadah beliau ketika sedang bersunyi diri. Setelah mendapat jawaban, maka diantara para sahabat itu ada yang berkata, “Aku tidak akan pernah kawin!” sebagian lagi berkata “Aku tidak akan makan daging”, yang lain berkata pula “Aku tidak akan tidur di atas kasur.” Mendengar ucapan-ucapan para sahabat itu, Nabi SAW serta merta memuji dan menyanjung Allah SWT lalu beliau bersabda:”Bagaimanakah cara berfikir mereka sehingga mereka berujar begini dan begitu. Padahal aku sendiri shalat, tidur, puasa, berbuka dan bahkan aku menikah. siapa yang benci kepada sunnahku, dia tidak termasuk golonganku

Menempuh rumah tangga atas niat karena Ilahi semata
Untuk melengkapi setengah agama. Renungkan dan camkan dalam hati. Nikah kalian ini adalah ibadah, sebagaimana sholat adalah ibadah, puasa adalah ibadah
Ingatlah Firman Allah dalam Surat Adzariat ayat 56

“Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”

Bahkan dengan memahami ayat ini,
Ketika Dik Eko berangkat berlayar untuk mencari nafkah (Eko berprofesi sebagai pelaut), Itupun adalah ibadah Kerjakanlah ibadah ini sebagaimana mengerjakan sholat, zakat, puasa dan sebagainya. Kerjakan dengan penuh keikhlasan kepada Ilahi. Semata-mata demi ridlonya di alam akhirat nanti

Dik Sri Budi dan Dik Eko,
Pada saat haji wada’, haji perpisahan, haji terakhir yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW, beliau menyampaikan beberapa pesan yang tentunya sangat penting. Rasul membuka pesannya dengan perkataan “Ayyuhannaas…isma’u qoulii….”

“Wahai manusia sekalian! Perhatikanlah kata-kataku ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi aku akan bertemu dengan kamu sekalian untuk selamanya…!”

Salah satu pesan penting Beliau saat itu adalah

“… Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan kaum wanita, karena kalian mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah. Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas para istri kalian dan mereka pun memiliki hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian. Jika mereka melakukan hal itu maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan hak mereka atas kalian adalah kalian harus memberi nafkah dan pakaian kepada mereka secara baik. Maka perhatikanlah perkataanku wahai manusia, sesungguhnya aku telah sampaikan…”

Pesan itu dirangkai dengan,
“….ada masalah yang yang sudah jelas kutinggalkan di tangan kamu, yang jika kamu pegang teguh, kamu takkan sesat selama-lamanya: Kitabullah dan Sunnah Rasulullah..”
Pada waktu itu pulalah Rasulullah membacakan ayat 3 dari surat Al Maidah
“Hari inilah kusempurnakan agamamu ini untuk kamu sekalian, dengan Kucukupkan nikmat-Ku kepada kamu, dan yang Ku sukai Islam inilah sebagai agama kamu”

Dik Sri Budi dan Dik Eko
Abu Bakar menitikkan air matanya ketika mendengarkan ayat itu dibaca. Camkan betul-betul pesan Nabi ini
Pesan yang membuat hati seorang tokoh sejarah dan dijamin masuk surga sekelas Abu Bakar pun menitikkan air matanya

Dik Sri Budi dan Dik Eko saudaraku..
Setelah melangsungkan akad nikah
Hari-hari kalian insya Allah adalah hari-hari yang sangat indah. Begitu indah dan manisnya sampai-sampai orang menyebutnya sebagai bulan madu.
Tapi ingatlah,
Keindahan itu akan diikuti dengan semakin terlihatnya kelemahan diantara kalian berdua.
Dik Sri Budi akan semakin mengetahui kelemahan Dik Eko
Begitu pula sebaliknya

Berkenaan dengan hal ini
Saya teringat ketika dalam sebuah pengajian tentang pernikahan,
Seorang peserta perempuan bertanya kepada sang ustadz tentang suami ideal
‘Suami ideal adalah yang agamanya baik, kaya raya, dari keturunan dan keluarga terhormat, dan wajahnya tampan’
demikian jawab sang ustadz
tetapi kemudian ustadz ini berpesan kepada penanya
‘Tetapi hendaklah kalian berkaca, apakah kalian juga seorang istri yang ideal sehingga menuntut suami yang ideal’

Bagi sebagian pasangan pengantin baru
Kelemahan demi kelemahan ini bisa menjadi masalah yang besar
Tetapi
Yang beruntung adalah
Pasangan yang menghadapi setiap permasalahan dan kelemahan pasangannya dengan senantiasa menyadari komitmen dan niat yang lurus
Niat pernikahan yang semata-mata untuk mencari ridlo Allah SWT,
Bukan hanya sekedar kebutuhan biologis
Bukan hanya sekedar kebutuhan psikologis
Bukan pula hanya sekedar kebutuhan ekonomis
Walaupun
Kebutuhan-kebutuhan itu semua akan terpenuhi dengan sendirinya melalui sebuah pernikahan yang dibangun berdasarkan ajaran Islam yang kalian perjuangkan.

Adikku berdua,
Salah satu tujuan pernikahan adalah agar terwujudnya generasi baru yang sholeh-sholehah
Berkualitas dunia akhirat
Langkah untuk mencapai tujuan itu diawali dengan hubungan suami istri
Rasulullah mengajarkan kepada kita sebuah do’a
Yang apabila dibacakan sebelum berhubungan suami istri,
Insya Allah anak yang akan dilahirkanya akan dilindungi dari godaan syaiton sebagaimana hadits Muslim berikut
“Allohumma janibna syaithon Wa janibi syaiton ma rozaqtanaa”

‘Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaiton, dan jauhkanlah dari syaiton apa yang Engkau rizkikan kepada kami (anak)’

Dik Sri Budi,
Berusahalah untuk berbuat baik dan menunaikan hak suamimu kelak hingga suatu saat nanti, bila Allah SWT mentakdirkan dik Sri Budi untuk dipanggil-Nya terlebih dahulu dan kami para sahabatmu datang kerumahmu maka Dik Eko akan mengatakan “Dik Sri Budi adalah wanita terbaik yang pernah aku temui, Dia Adalah Istri sholehah dan ibu teladan bagi anak-anakku”
Bila Dik Sri Budi telah melakukan yang terbaik untuk Dik Eko dan ternyata Dik Eko kurang berkenan di hati Dik Sri Budi, mintalah hak Dik Sri Budi kepada penguasa Dik Eko, Allah SWT”

Dik Eko,
Sebagaimana istrimu juga telah berbuat baik, berusahalah untuk menjadi suami terbaik yang kalian mampu sedemikian rupa hingga kelak apabila Allah SWT mentakdirkan Dik Eko untuk dipanggil-Nya terlebih dahulu, maka ketika kami mendatangi rumahmu dik Sri Budi akan mengatakan “Mas Eko adalah laki-laki terbaik yang pernah saya temui, ia adalah Suami sholeh dan bapak teladan bagi anak-anakku!

Terakhir. Selamat berlabuh dengan bahtera rumah tangga yang kokoh dalam perjuangan untuk menegakkan kalimat Allah dan kebenaran di muka bumi. Bila di depan ada karang yang menghalang dan ombak menyerang, hadapilah dengan tenang dan kembalikan kepada Allah dan Rasulnya. Semoga kelak kita bersama akan berbahagia dalam naungan ridlo dan surganya, Amin.

Selanjutnya, perkenankanlah kami para sahabatmu yang hadir di Masjid yang suci ini untuk mendoakan pernikahan kalian berdua.

Yaa Allah, satukanlah hati mereka berdua sebagaimana kesatuan antara hati Muhammad Rasulullah SAW dengan Bunda Khodijah. Jadikanlah kesatuan hatinya sebagai bekal untuk menggapai ridlomu di jalan kebenaran dan dakwah untuknya. Jadikanlah kesatuan hatinya sebagai bekal untuk mengarungi kehidupannya hingga hembusan nafasnya yang terakhir. Hembusan nafas khusnul khotimah. Amiiin.

7 responses to “Endless Romance – Khutbah Nikah Yang Membuat Air Mataku Meleleh Bahagia

  1. Wah2, romantisme depan Graha ini, Pak Iman ^_^

  2. Inspirasi buat yg mo nikah spy ditata kembali niatnya tidak lain hanya semata-mata tuk beribadah kepada allah…..

  3. terima-kasih atas ilmu yg diberikan oleh bapak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s