Yang Moncer: Kampus Penuh HIkmah Puasa


Kampus Penuh Hikmah Puasa

oleh Iman Supriyono, konsultan pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Suatu sore selepas buka puasa di Babat. Saya sedang berada di kota Wingko untuk pekerjaan di sebuah perusahaan klien SNF Consulting. Sebuah berita ramai dibicarakan orang: Pasar Baureno terbakar! Baureno adalah kota kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang tidak jauh dari Babat, Lamongan. Berita terbakarnya pasar Baureno pun sudah ramai dibicarakan di Babat jauh sebelum keesokan harinya koran lokal Radar Bojonegoro bisa dibaca masyarakat. Sebuah berita yang menarik karena banyak pedagang di pasar itu yang barang dagangannya dipasok oleh perusahaan klien SNF consulting tadi.

Jam 1 siang keesokan harinya saya dan rombongan lokasi kebakaran. Setelah sekilas melihat pasar yang nyaris 100% luluh lantak dan masih menyisakan kepulan api, segeralah meluncur ke seorang pedagang mitra klien SNF tadi. Nyaris seluruh bagian rumahnya penuh dengan barang dagangan yang ditumpuk begitu saja. Ada panci, perlak, sapu, piring, magic jar, lemari plastik, piring, cendok, dan msih banyak lagi. Ada yang utuh terselamatkan. Ada yang sudah gosong terkena api. Kata sang pedagang, ia berhasil menyelamatkan sekitar separuh dagangannya. Separuhnya hangus. Itu adalah hasil kerja keras seluruh keluarga bahu membahu. Ada yang mengambil di pasar. Ada yang menjaga tumpukan barang barang di jalan raya depan pasar.

Yang menarik, banyak pedagang lain yang kehilangan seluruh barang dagangannya. Ada yang memang terbakar dan tidak ada kesempatan menyelamatkan. Ada yang lebih tragis: sebenarnya mereka sudah mengeluarkan barang dagangan dan menumpuknya di jalan raya depan pasar. Tetapi karena lengah dan tidak ada yang menjaga, barang-barang itu dijarah oleh masyarakat yang turut beramai ramai menyaksikan kebakaran. Menonton kebakaran sambil menjarah. Dan yang lebih menarik, semua itu dilakukan pada bulan ramadhan!

&&&

Suatu pagi menjelang pembukaan Kajian Ramadhan 1432 di ruang tamu Rektorat UMM. Rombongan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PWM Jatim memfasilitasi pertemuan antara rektor UMM dengan seorang mantan pimpinan sebuah bank besar untuk peluang sebuah proyek kerjasama internasional. Pak Nadikh, ketua MEK, sangat antusias untuk dealnya proyek itu. Apalagi kedua belah pihak, rektor maupun mantan pimpinan bank itu, adalah sahabat dekatnya. Pembicaraan pun berlangsung akrab dan hangat.

Dealkah proyek itu? Ternyata tidak. Mengapa? Pak Muajir, rektor UMM, tidak bisa menerimanya karena sang mantan petugas bank tersebut adalah dosen pada sebuah perguruan tinggi lain. Dalam pandangannya, sangat tidak etis seorang dosen sebuah perguruan tinggi memiliki proyek bagus tidak diberikan kepada perguruan tinggi tempatnya berkarya. Pak Rektor sangat menjaga etika itu. Beliau bahkan berkali kali menegaskan keyakinannya bahwa penjagaan etika seperti inilah yang menjadikan UMM besar dan makin berkibar. UMM adalah PTS penerima proyek penelitian terbesar nasional. Bahkan untuk gabungan PTN dan PTS, UMM masih berada di urutan ke 8. Saat ini sudah ada 12 ribu calon mahasiswa yang antri masuk UMM. Itupun tidak akan diterima semua dengan alasan juga etika juga. Tidak etis UMM menyapu bersih seluruh mahasiswa sementara banyak PTS lain yang untuk mendapatkan 50 mahasiswa pun sangat sulit.
&&&&

Pembaca yang baik, inti dari puasa adalah pembelajaran pengendalian diri. Kebakaran di Baureno menjadikan kita merenung. Penjarahan terhadap pedangan korban kebakaran pada suasana ramadhan sangat bertentangan dengan nilai nilai puasa. Sesuatu yang merugikan orang lain. Juga merugikan diri sendiri karena menghilangkan kepercayaan orang lain. Jangan mengharap sukses manakalah kepercayaan tidak ada.

Sebaliknya, dialog menjelang Kajian Ramadhan dengan Rektor UMM menguatkan kita untuk makin kokoh berpegang pada etika. Mengendalikan diri dalam menghadapi dilema kehidupan. Tetap berpegang pada kebenaran walaupun sekilas tampak merugikan. UMM maju karena kemampuan mengendalikan diri untuk tetap berada pada nilai nilai keutamaan. Itulah hasil Ramadhan. Itulah UMM. Kampus penuh hikmah puasa!

Tulisan ini dimuat di majalah matan, edisi idul fitri 1432

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s