Tanda Tangan (Anda): Bisa Dibaca atau Abstrak?


Tanda Tangan

Oleh Iman Supriyono, konsultan di SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Untuk memberikan inspirasi bagi team manajemen sebuah perusahaan, saya membuka laporan keuangan Nucor. Nama yang asalnya merupakan singkatan dari Nuclear Corporation ini adalah sebuah perusahaan produsen baja besar di Amerika. Pabrikan yang dirintis sejak tahun 1897 ini Forbes dimasukkan pada urutan ke 517 perusahaan terbesar di dunia.

Banyak hal yang menarik dari perusahaan ini. Yang paling fenomenal adalah kekuatan team. Sepanjang sejarahnya, perusahaan berkali kali mengalami goncangan. Tercatat beberapa bisnis yang pernah digeluti Nucor: mobil, pemotong rumput, perlengkapan nuklir. Baja adalah yang terakhir dan mengantarkannya meraih kejayaan hingga saat ini.

Ada tiga orang yang membutuhkan tanda tangan pada laporan keuangan terabarunya. Masing masing adalah Daniel R DiMicco sebagai Chairman, President & Chief xeecutive Officer, Terry S Lisenby sebagai Chief Financial Officer, Treasurer & Executive Vice President, dan terkahir Peter C Browning sebagai lead director.

Ada yang menarik dari tanda tangan ketiga orang ini. Tanda tangan Daniel adalah berupa tulisan huruf sambung miring ke kanan yang masih terbaca dengan jelas berbunyi: daniel R di micco. Tanda tangan Terry juga demikian. Masih bisa dibaca dengan jelas namanya: Terry S Lisenby. Hanya saja ia lebih suka menuliskannya miring ke ke kiri. Peter? Ia bergaya tulisan miring ke kanan mirip mirip tulisan orang orang tua kita yang mendapatkan pendidikan jaman belanda. Juga jelas terbaca: Peter c Browning.

Apa daya tarik tanda tangan ini? Bagi masyarakat Barat, tentu tidak ada yang istimewa. Sama dengan tanda tangan orang Barat pada umumnya. Berupa tulisan sederhana yang masih jelas terbaca namanya.

Baru istimewa kalau dibaca oleh kita kita orang Indonesia. Mengapa? Coba amati. Tanda tangan kita pada umumnya adalah berupa tulisan abstrak. Coba amati tanda tangan Anda sendiri. Siapa nama Anda? Masih bisakah orang lain membaca nama Anda hanya melalui tanda tangan itu? Coba pula Anda amati daftar hadir di berbagai acara. Berapa persen tanda tangan yang masih bisa terbaca dengan jelas nama pemiliknya?

••••
Bisnis adalah tentang kepercayaan. Transaksi bisnis apapun tidak mungkin terjadi tanpa adanya saling kepercayaan dari pihak pihak yang terlibat. Pembeli percaya bahwa barang yang dibelinya benar benar sesuai dengan harga yang dibayarkannya. Penjual percaya bahwa pembeli membayar sesuai dengan yang disepakatinya. Tidak ngemplang. Tidak juga dengan uang palsu misalnya.

Sehubungan dengan kepercayaan ini, ada analisis menarik tentang tanda tangan. Analisis ini saya dengarkan dari pembicara sebuah seminar. Tanda tangan masyarakat barat terbaca karena mereka saling percaya. Yakin bahwa tidak ada orang lain yang memalsukan tanda tangannya. Sebaliknya, masyarakat kita gagal membangun rasa saling percaya. Khawatir kalau kalau tanda tangannya dipalsukan oleh orang lain. Maka…tanda tanganpun harus dibuat rumit. Bahkan abstrak. Agar orang lain tidak mudah menghafalkannya. Agar orang lain sulit untuk memalsukannya.

Tanda tangan petinggi Nucor memberikan inspirasi. Inspirasi tentang rasa saling percaya. Inspirasi tentang loyalitas. Inspirasi tentang kebersamaan. Inspirasi tentang kekuatan team. Inilah yang mampu mempertahankan perusahaan dalam gejolak bisnis yang ekstrim. Perubahan lingkungan bisnis yang memaksa perusahaan untuk berganti haluan secara total. Mobil…pemotong rumput….nuklir…baja. Apapun goncangannya, rasa saling percaya adalah pengikatnya. Inilah juga yang menjadi kesimpulan Jim Collin dalam bukunya Good to Great yang merupakan hasil penelitian terhadap perusahaan-perusahaan yang telah eksis puluhan bahkan ratusan tahun. Nucor adalah salah satunya. Anda percaya orang lain? Orang lain percaya Anda?

Tulisan ini pernah dimuat di majalah Matan, terbit di Surabaya

4 responses to “Tanda Tangan (Anda): Bisa Dibaca atau Abstrak?

  1. Ahmad Nur Hasan

    Waaah.. Inspiratif…
    Nama lengkap saya adalah Ahmad Nur Hasan dan tandatangan saya cukup bisa dibaca Hasan. Tanda tangan ini tercipta karena saya merasa tulisan saya sangat tdk bagus sehingga sayapun agak tidak “pede” pas tandatangan ijazah dll.
    Sayapun mengalami beberapakali model tanda tangan sejak SD. Hingga akhirnya menjadi model yg sekarang. Saya juga pernah mendengar kalau tanda tangan juga mencerminkan kepribadian. Tapi sampai sekarang saya tidak tau apakah tanda-tangan saya cermina kepribadian atau bukan. Semoga saja tanda-tangan saya bisa jadi sarana untuk menjadi manusia yg lebih berkepribadian. Mobil pribadi, apartemen pribadi, dll.
    -Salam inspiratif-

  2. hehehehe…trimakasih maturnuwun. moga bermanfaat!

  3. masih mungkinkah sekarang mengganti tanda tangan? dah lama si pengen ganti pak. semua orang besar yg saya kenal memang tanda tangannya simple, min bisa dibaca. ada yg cuman cawang yg dikasih liukan sedikit. cuman tanda tangan itu dalem banget waktu membubuhkannya, kaya orangnya yg memang tegas. la saya punya rek BCA yg terblokir cuman gara-gara tanda tangan yg saya buat ga mirip ama dulu waktu buka rekening. cuman sekarang, masih mungkin kah tanda tangan itu dirubah? dulu saya buat tanda tangan itu waktu lulus SD, yg ga mikir macem2

  4. cak rono, kalo sudah tua begini ngubah tandatangan pasti akan banyak kerepotan adminsitrasi. masih mau repot?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s