Sahabat atau Musuh: Anjing Bangkok Vs. Anjing Caruban


Anjing Bangkok

oleh: Iman Supriyono, konsultan pada SNF Consulting, http://www.snfconsulting.com

Khao San Road adalah surga bagi para pelancong dari berbagai penjuru dunia. Dataang ke Bangkok seolah belum lengkap kalau belum ke jalan yang 24 jam tidak pernah tidur ini. Inilah juga yang menjadi alasan saya untuk mendatanginya saat berkesempatan pergi ke ibu kota negri hari hari ini sedang mengalami guncangan politik berkepanjangan ini.

Ada banyak hal yang menarik di Khao San Road. Yang menjadi incaran para pelancong back packer tentu saja adalah harga yang sangat murah. Hotel, makanan, souvenir, dan apapun kebutuhan para pelancong dapat diperoleh dengan harga yang sangat bersahabat. Para pelancong bisa menginap di hotel dengan harga tidak sampai tidak sampai Rp 100 ribu dengan fasilitas cukup bagus dan bersih. Tentu saja bisa juga memilih hotel bertarif jauh lebih mahal menyesuaikan dengan kondisi dan kantong masing masing.

Makanan? Khao San road menyediakan menu makanan kelas kaki lima sampai restoran cukup mewah. Bahkan bagi pelancong muslim, tidak jauh dari kawasan ini terdapat warung masakan muslim dengan harga sangat menarik. Gulai kambing dengan daging porsi besar dapat dibeli dengan harga sekitar Rp 30 ribu. Bagi yang mau berhemat, satu porsi gulai masih sangat memadai bila dimakan berdua. Jadi cukup membeli satu porsi gulai dengan dua porsi nasi putih. Super murah, bergizi, dan dijamin halal. Pemilik warungnya adalah seorang muslim keturunan timur tengah.

Keramahan penduduk juga sangat menyenangkan. Walaupun jarang Anda temui orang Bangkok yang bisa berbahasa Inggris, tetapi mereka akan berusaha keras untuk bisa membantu para pelancong yang membutuhkkannya. Para pedagang atau supir angkutan umum juga sangat jujur. Tidak ada yang mentang mentang menlayani orang asing kemudian menaikkan harga suka suka. Semua harga adalah fair adanya. Inilah barang kali salah satu faktor penting pendukung posisi Bangkok dan Thailand pada umumnya sebagai salah satu tujuan wisata dunia.

♦♦♦♦
Saat kecil, saya tinggal di sebuah desa yang semua penduduknya muslim. Memang pada umumnya mereka tidak mengenal sholat. Keislaman mereka pada umumnya hanya sebatas status. Keislaman hanya terlihat jelas saat pernikahan atau kematian. Pada saat pernikahan penghulu akan memimpin prosesi akad nikah dengan cara islam. Pada saat kematian, pak modin akan memimpin upacara pemakaman dengan cara yang juga islam. Bahkan selama tujuh hari setelah kematian, tahlil masih dibacakan oleh pak modin bersama bersama crew nya.

Salah satu yang saya kenang pada masa kecil adalah tentang anjing. Di sekolah, pak guru agama selalu mengajarkan bahwa anjing adalah binatang najis. Bahkan najsisnya pun termasuk najis yang berat. mogholadhloh. Najis jenis ini hanya bisa disucikan dengan tujuh kali basuhan. Salah satunya dengan tanah. Karena beratnya cara bersuci, anjing adalah binatang yang paling harus dijauhi. Ini membentuk sikap yang sangat anti anjing.

Warga desa memang semua muslim. Tetapi karena keislamannya hanya sebatas formalitas, maka ada saja satu dua warga desa yang memelihara anjing. Memang tidak banyak. Tetapi keberadaan beberapa ekor anjing di desa ini cukup memberikan nuansa tersendiri. Nuansa apa? Tentu saja nuansa anti anjing. Setiap berdekatan atau melihat anjing, rasa anti anjing muncul.

Orang orang pada anti anjing. Anjing pun demikian. Setiap melihat orang lewat, anjing selalu menyalak keras keras. Sorot mata dan penampilannya pun seolah siap menerkam lawan. Lengkap sudah. Orang orang pada benci anjing. Anjingpun pada benci orang orang.

♦♦♦♦
Apa hubungan Khao San Road Bangkok dengan anjing? Menarik sekali. Di Khao San Road dan bangkok pada umumnya, banyak sekali anjing berkeliaran. Tetapi nuansa anjing di Bangkok sangat kontras dengan anjing ada masa kanak kanak saya. Akan tetapi, anjingnya teranyata sangat berbeda. Tidak pernah dijumpai anjing menyalak di Bangkok. Anjingnya jinak jinak. Kurang lebih seperti sapi di Indonesia. Jinak, suka tidur tiduran, tidak berisik, tidak bersuara. Berbeda 180% dari anjing yang saya gambarkan pada masa kanak kanak di desa.

Ada pelajaran menarik dari anjing di Bangkok. Pelajaran tentang kehidupan. Apa yang ada di dalam pikiran kita sangat mempengaruhi respon lingkungan. Saat “dimusuhi”, anjing pun akan merespon dengan permusuhan. Inilah yang saya alami pda masa kanak kanak di desa. Sebaliknya, ketika dijadiksan sahabat oleh orang orang bangkok yang memang pada umumnya tidak mengenal najis, anjing pun akan bersahabat dengan manusia.

Tentu saya tidak sedang bermaksud mendeskreditkan ajaran tentang anjing yuang najis. Air kencing yang juga najis justru menginspirasi kreatifitas berbagai desain WC dan urinoir. Dari yang sangat sederhana kelas WC umum di pasar becek sampai yang super mewah dengan kontrol otomatis di hotel hotel berbintang. Anjing pun bisa disikapi demikian. Saya pun juga tidak sedang mengajak Anda yang muslim untuk memelihara anjing. Sama sekali tidak. Saya sedang menyarankan bahwa sikap positif akan menjadikan lingkungan kita juga bersikap positif. Mengambil pelajaran dari anjing di Bangkok. Bagimana?

tulisan ini pernah dimuat di majalah BAZ, terbit di Surabaya

4 responses to “Sahabat atau Musuh: Anjing Bangkok Vs. Anjing Caruban

  1. semua itu ciptaann-NYa

  2. trnyata Islam pun mmbolehkan orang berburu dengan Anjing. Islam juga mengajari sayang binatang termasuk anjing, bukan sbaliknya, mesti bersiap batu di tangan ketika melihat anjing.. di Islamabad, anjing2 liar berkeliaran bebas dg biasa, bahkan terkadang takut menghindar laiknya kucing yang lari ketika melihat manusia yg blm d knal..

  3. Anjing yang di caruban termasuk anjing minoritas, hidup ditengah tengah ketakutan, dan kebencian apalagi punya tetangga seperti mas Imam yg udah di doktrin untuk benci dan tidak sayang terhadap makhluk….hehehe
    Sebaliknya di Kao San , negeri yang manusianya lagi mengalami chaos tidak begitu dengan anjingnya karena anjingnya telah juga mengalami indoktrinasi oleh guru agama disana bahwa hidup harus saling mencinta…….

  4. AB: betul! sayangi mereka! @E: Siip. tks tambahan infonya. @H: anjing yang penuh pelajaran hidup!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s